Testehem, sebelum saya bercerita tentang pahit-getir-kecutnya pengalaman kami, saya mau disclaimer bahwa :
Postingan ini aku buat khusus untuk mereka yang senang hunting baju ataupun pernak pernik, khusus di distro (distributor). Terlebih dalam jumlah yang besar atau borongan. Kami berharap besar, agar hal serupa tidak menimpa lebih banyak orang dikemudian hari.
Maaf jika ada yang tersinggung , tapi postingan ini murni atas kekecewaan kami sebagai konsumen yang tidak mendapatkan jasa yang pantas, bukan karena kami ingin mencela, toh yang namanya kebenaran pasti akan terungkap, cepat atau lambat.
Ceritanya berawal ketika sebuah kelas --disalah satu Bimbingan Terbesar dan Terpercaya di Indonesia Timur-- sepakat untuk membeli baju kelas. Kelas tersebut terdiri dari 40 orang--terdiri dari sekolah, dan tingkat ekonomi berbeda-- dimana setiap orang dikenakan biaya tergantung dengan pilihan mereka, apakah sweater (jaket dari wol) dengan harga persatuan Rp. 120.000 atau Jumper (semacam baju tak berlengan yang biasanya dipakai dengan blus didalamnya)*sokta* dengan harga Rp. 150.000.
Orang yang mengurus masalah pembukuan dan pengumpulan dana adalah juga siswa di kelas tersebut, atau dengan kata lain, turut menjadi korban (kita panggil saja Beib), bukan tersangka (mencegah adanya neting). Setelah beberapa waktu, jumlah batas uang yang katanya untuk menebus pesanan kami terkumpul juga (kira kira hari senin sudah serah terima). Hari rabunya (17 desember 2008) 8 orang siswa kelas (termasuk saya) tidak sabaran untuk segera memakai baju baru *yaelah lebayy*, tanpa menunggu hujan turun, kami pun berangkat menuju ke tempat BY THE WAY dimana beib berada. Saya masih ingat ketika dijalan kami ketawa kegirangan dan sempat bercanda sedikit *lo sama saja*. Namun malang tak bisa dielak untung tak bisa diraih, ketika sampai di BY THE WAY -salah satu distro yang cukup dikenal, berlokasi di jalan pengayoman depan cafe barugae tepat disamping ROVKA- Beib dengan mimik remuk-redam-tak-senyum-sedikit-pun RRTSP meminta kita untuk tenang (maklum semuanya pada masih ga sadar), dengan gerakan lambat nan syahdu, dari bibir beib keluar kata kata
"wee, di tipukaa" *ada gema pantulan, aa a a*
semuanya heniiinggg *backsound jangkrik* termasuk direktur tempat kami bimbel beserta keluarganya..
*aku langsung flashback ingat utang-utangku, cintaku yang ga kesampean, sampai badanku yang ga tinggi tinggi* nahlo apa hubungannya .. Kembali lagi,
Tiada kata negatif yang terlontar dari mulut kami (palingan sundel dihati masing), kami hanya berpikir bahwa masalah ini dapat kelar atau setidaknya tidak menjadi masalah yang berlarut-larut. Disamping menenangkan diri, saya sedikit mengorek informasi dari Beib, dan pasang telinga tentunya. Dari yang diketahui, bahwa orang yang menipu Beib, adalah orang yang juga telah menipu orang orang di BY THE WAY termasuk bosnya sendiri (sesuai keterangan pihak BY THE WAY, betulkah itu, who knows??).
Dari bibir beib sendiri, dia mengaku percaya kepada orang itu lantaran ketika datang ke BY THE WAY, dan menanyakan bagian pembuatan baju borongan, pihak BY THE WAY mengoperkan masalah itu ke OPENK *manusia biadab*. Disamping itu, beib juga mengaku, bahwa tingkah laku OPENK sepertinya yang empunya distro waktu itu.
Orang itu bernama OPENK *sundel* (bukan nama samaran), seorang pegawai lepas dari BY THE WAY (benarkah? who knows ). Jadi jika anda menemukan makhluk terkutuk ini, tolong hubungi kantor polisi terdekat atau atau menghubungi kami di Hotline Beib : 085656102117 atau menyebut nama saya 3x
.
Sebuah doa dan dukungan untuk menyebarkan gambar OPENK *calon penghuni neraka* sangat dibutuhkan. Semoga berita ini menjadi hikmah bagi kita semua, khusus anak Makassar, terlebih yang mengurus baju kelas.
Menanggapi hal ini direktur Bimbingan Terlengkap dan Terbesar Di Indonesia Timur (BBTIT) bagian utara makassar mengatakan :
Saya akan warning seluruh TA, STAF maupun Siswa BTTIT agar lebih “berhati-hati” untuk melakukan jual-beli di BY THE WAY..
Dan semua orang pun bertepuk tangan *termasuk saya*
Happy Blogging!