Manusia Jenaka Bersaudara, 4 Manusia Satu Cerita Berjuta Makna
Showing posts with label cakra. Show all posts
Showing posts with label cakra. Show all posts

Selamat Ulang Tahun Untuk Saya

Tulisan ini saya dedikasikan untuk diri saya sendiri.


Hari ini saya berulang tahun.
ulang tahun saya adalah hari ini.
tapi saya rasa tahun tak teruang.
yang ada hanyalah waktu yang terbuang.

Saya sendiri belum tahu apa itu,
apa itu tujuan hidupku,
apa arti keberadaanku,
apa pula pertanyaanku?
saya benar-benar tidak tahu.

untuk itu, saya sendiri mengucapkan "selamat ulang tahun" untuk diri saya sendiri,
selamat sudah membuang-buang tiap detik yang berharga dalam hidupku,
selamat sudah menyakiti hati semua insan,
selamat sudah mengucapkan selamat pada yang memang masih selamat,
selamat menanti kiamat.

mungkin seluruh kota akan berlutut di hadapanku malam ini, untuk memberikan hiburan yang belum mati setelah perayaan lolos dari kematian sebelumnya,
tapi apa artinya semua? mati tetap saja menanti.

dan selamat ulang tahun itu masih tetap untukku?
Penasaran?? Lanjut yuk baca “Selamat Ulang Tahun Untuk Saya”  »»

Berita dari Udara

Udara,
membawa pesan perdamaian,
bukan peperangan,
udara... oh udara...

tapi siang ini, semua terasa beda , semakin dia jauh, semakin terasa dekat. namun semua bukan milikku, musim itu telah berlalu..

semoga malam ini lebih baik dari hari-harinya kemarin,

aku berharap, berharap pada Empunya Harapan. semoga udara segar menyertainya, bersama keceriaan.

dan Udara, tinggalkanlah aku, apa kabarku? aku terpaksa...

(ga jelas)




Penasaran?? Lanjut yuk baca “Berita dari Udara”  »»

Ku coba mengerti

Sudah yang keseratus kali,
ku coba lagi,
lagi dan lagi...

aku bukan orang yang pandai membaca hati,
aku juga bukan seorang pemutilasi,
bukan mereka yang selalu begini,
aku hanya mencoba mengerti.

sudah kocoba
,ini bukan matematika,
mungkin tak butuh logika,
bukan juga dari luar angkasa.

apa mauku,
mungkin bukan yang terbaik untukmu,
bukan harta,
bukan tahta,

apa mauku?
aku hanya tak ingin kehilangan dirimu...

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Ku coba mengerti”  »»

Harun Yayat (lebih ga penting lagi)

sementara HarunYayu berdebat di sekolahnya, tokoh bernama HarunYayat memperjuangkan hal yang sama di sekolah lain yang terletak di samping kantor lurah.Harunyayat juga menentang teori evaluasi, bahkan lebih ekstrim lagi, dia menentang dominasi ruang guru.
Riwayat HarunYayat sangat menyayat dan bersemangat, karena dia adalah anak pak camat yang terlahir tanggal empat, menjelang pemilu.sewaktu kecil, dia dikenal sangat hiperaktif, otaknya jongkok, IQ-nya tidur-tiduran. namun karena dia anak pak camat, dia bisa lulus TK, SD, dan SMP.setelah menginjak bangku SMA, dia bernasib berbeda dengan HarunYayu, gurunya tidak memarahinya karena dia anak camat. hal itu membuatnya kesal, lelah dan jenuh. akhirnya dia menulis sebuah esai yang sangat dokmatik dan fenomenal di sekolahnya, "Andai guruku anak pak camat".
status HarunYayat dengan Harunyayu seperti halnya status hubungan Calvin atau Zwingli dengan Luther.
sifat Harunyayat sangat berbeda dengan HarunYayu yang rajin belajar, HarunYayat lebih gempar (gemar pacaran). dia berpacaran setiap ada kesempatan, dan kesempatan itu selalu dia cari. pacarnya sudah ada 9 hari ini, dan setiap hari daftar itu di hapus dan diisi ulang dengan jumlah yang sama ditambah 1/3 total sebelumnya. tempat pacaran favoritnya adalah di warnet, dia sangat suka mencium adik kelasnya di warnet, tanpa merasa malu sedikitpun.selain gempar, HarunYayat juga super (suka pamer). dia sangat menginginkan prestise, baik dalam bidang akademis yang sama sekali tidak dia kuasai sedikitpun, maupun bidang olahraga. olahraga favoritnya adalah basket.
suatu ketika, keyakinan HarunYayat bertentangan dengan kenyataan hidup dan hobynya (pamer dan pacaran). pada hari itu, sebelum kampanye anti-evaluasi, HarunYayat mendapati nilai ulangannya mendapatkan nilai 100, pacar keenamnya hari itu juga mendapat nilai demikian. secara otomatis kekuatan super HarunYayat mendorongnya untuk memamerkan hasil dari segala jerih payahnya mendapatkan jawaban benar saat ulangan, dia berkata "lihat, aku memang hebat, lihat ulanganku selalu baguskan... aku suka ulangan". dia mengatakan itu sambil menempelkan bibirnya di microphone yang menyala bak seorang vokalis band. otomatis, hampir seisi sekolah mendengarnya.serentak, para pengikut ajarannya datang berkumpul, menatapnya dengan pandangan berkaca-kaca, bagai memandangi para personel band yang akan bubar. nampak jelas (atau setidaknya diceritakan dengan jelas dalam cerita ini) bahwa mereka sangat kecewa dengan apa yang baru saja mereka dengar.
dengan semangat fanatis yang kecewa, mereka segera menggotong HarunYayat kelapangan, kemudian dia disuruh menyanyikan lagu pop daerah 1 album.

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Harun Yayat (lebih ga penting lagi)”  »»

Harun Yayu (bukan posting penting)

ini cerita tentang penentang teori evaluasi; Harun Yayu.
dia lahir di Palopo saat perang dunia kedua sudah lama berakhir dan perang dunia ketiga belum mulai (bahkan tiketnya belum dijual).saat menginjak bangku SD, dia dimarai gurunya, gurunya berjata "jangan injak-injak bangku", saat menginjak bangku SMP, gurunya juga memarahinya dengan cara yang sama. saat menginjak bangku SMA, gurunya menangis, karena ternyata gurunya sedang tidur di bangku itu.


Sifat antinya kepada teori evaluasi adalah ketika nilai evaluasinya di semester 3 buruk. Dia menjadi penentang utama teori evaluasi saat itu. Guru-guru yang bergelar sarjana pendidikan dan dengan berbagai teori psikologi pendidikannya telah berjuang keras menghadapinya, tapi Harun Yayu tetap tabah, kuat, sehat, dan cantik. Harun Yayu melewati berbagai perdebatan melawan pro-evaluasi, dan seringkali diliput media. Salah satu perdebatan terhebat adalah melawan Ahmad, anak Pak Darwin, bukan si-evolusionist itu tapi guru matematika di SMAnya. Dalam perdebatan itu, Harun Yayu mengumandangkan proklamasi kemerdekaan pelajar, yang dia katakan sekaligus menjawab pertanyaan terkahir dari Ahmad.

begini rinciannya:
HY: evaluasi itu sangat tidak penting, menghabiskan masa muda kita untuk menjawab pertanyaan yang seringkali tak berhubungan dengan hidup kita
A : bukankah anda mengatakan itu karena nilai evaluasi anda rendah?HY: bukankah anda mengatakan itu karena nilai evaluasi anda tinggi?
A : ya, tentu saja... maksud saya.. tidak.. maksud saya pastinya karena saya dapat kunci jawaban... eh maksud sya.. kenapa anda menjebak saya?
HY: agar anda sadar bahwa selama ini anda telah dijebak pula dengan evaluasi di sekolah.
A : apa yang membuat anda berpikir bahwa saya yang terjebak, bukan anda yang terjebak dengan kesenangan anti-evaluasi?
HY: karena Aku Harun Yayu, mulai 2 minggu yang lalu telah menyatakan dan dengan sangat yakin memproklamasikan bahwa aku adalah siswi teladan, dan oleh karena itu, aku menggunakan waktu maa mudaku untuk belajar, bukan untuk menghadapi evaluasi.
demikianlah cerita singkat tentang Harun Yayu, buat yang merasa diharap jangan terlalu merasa, karena ini Harun Yayu...
Penasaran?? Lanjut yuk baca “Harun Yayu (bukan posting penting)”  »»

Contact Us [Ratu, Tifahh, Cakra, Yay]


Halo, jika kamu rindu atau mau sekedar menanyakan kabar, baik itu kabar Ratu, atau Yay atau mungkin si Cakra maupun si Tifahh segera saja, jangan malu untuk bertanya, apalagi kalau tentang hal serius.. kirim saja lewat sini, kami akan balas kok! (Insya Allah)..

Nama kamu donk
E-mail jangan lupa
Topic/Judul
Pesan





Image Verification
Please enter the text from the image

[ Refresh Image ] [ What's This? ]






Penasaran?? Lanjut yuk baca “Contact Us [Ratu, Tifahh, Cakra, Yay]”  »»

Terima Kasih Yaaa

Karena anda telah meluangkan waktu untuk bertanya/mengirim email, maka terlebih kami si jenaka-bersaudara-tapi-tak-sama akan meluangkan hal yang sama untuk menjawab. Jika anda tidak menerima jawaban dari tiga hari, maka perlu kesabaran lebih, jika kurang, anda tengah beruntung sekarang..

 

Kembali ke HOME/HALAMAN DEPAN

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Terima Kasih Yaaa”  »»