Manusia Jenaka Bersaudara, 4 Manusia Satu Cerita Berjuta Makna

Yang Indah-indah

Dia ...
Hatiku...
Detak jantungku...

Dia ...
Jiwaku...
Nyawa hidupku...

Dia ...
Sayapku ...
Langit biruku...

Dia ...

Dan Yang indah adalah Dia,
segala Yang Indah adalah Dia,
ku tutup mata dan hanya Dia,
Dia dan Dia ...

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Yang Indah-indah”  »»

Berita dari Udara

Udara,
membawa pesan perdamaian,
bukan peperangan,
udara... oh udara...

tapi siang ini, semua terasa beda , semakin dia jauh, semakin terasa dekat. namun semua bukan milikku, musim itu telah berlalu..

semoga malam ini lebih baik dari hari-harinya kemarin,

aku berharap, berharap pada Empunya Harapan. semoga udara segar menyertainya, bersama keceriaan.

dan Udara, tinggalkanlah aku, apa kabarku? aku terpaksa...

(ga jelas)




Penasaran?? Lanjut yuk baca “Berita dari Udara”  »»

Ku coba mengerti

Sudah yang keseratus kali,
ku coba lagi,
lagi dan lagi...

aku bukan orang yang pandai membaca hati,
aku juga bukan seorang pemutilasi,
bukan mereka yang selalu begini,
aku hanya mencoba mengerti.

sudah kocoba
,ini bukan matematika,
mungkin tak butuh logika,
bukan juga dari luar angkasa.

apa mauku,
mungkin bukan yang terbaik untukmu,
bukan harta,
bukan tahta,

apa mauku?
aku hanya tak ingin kehilangan dirimu...

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Ku coba mengerti”  »»

Sinagoga dan Kitab Suci Yahudi Dirusak

CARACAS, MINGGU — Sekelompok pria bersenjata merusak sinagoga tertua di ibu kota Venezuela, Caracas, setelah menduduki gedung itu beberapa jam. Sekitar 15 pria tak dikenal itu masuk gedung kemudian mencoret-coret dinding dan melecehkan kitap suci Yahudi. Mereka juga meminta kaum Yahudi hengkang dari negara tersebut.

Para pemimpin Yahudi di Venezuela mengatakan, ketegangan meningkat sejak negara itu memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel bulan ini menyusul serangan Israel ke Jalur Gaza.

Elias Farache, Presiden Asosiasi Yahudi Venezuela, mengatakan, para pelaku mengikat dan menyandera para penjaga keamanan sebelum merusak kantor dan tempat penyimpanan kitab-kitab suci.

Slogan-logan anti-Semit dan anti-Israel dituliskan di dinding sinagoga. "Tidak pernah dalam sejarah komunitas Yahudi Venezuela menjadi sasaran agresi seperti ini," kata Farache. "Situasinya sangat tegang. Kami terancam, terintimidasi, dan diserang."

Hubungan Venezuela dan Israel sering mengalami ketegangan. Yang terbaru, Venezuela menghujat serangan Israel ke Gaza yang menewaskan lebih dari 1.300 warga Gaza.

Venezuela mengusir duta besar dan staf Israel pada 6 Januari, dan Presiden Hugo Chavez menyerukan warga Israel melawan pemerintahan mereka. Israel membalas dengan mengusir duta besar Venezuela awal pekan ini.

Menlu Mengutuk

Namun, Menteri Luar Negeri Venezuela Nicolas Maduro mengecam tindakan kriminal perusakan sinagoga. "Kami meminta semua rakyat Venezuela, seluruh komunitas Venezuela, menentang aksi-aksi ini, seperti kami menentang kejahatan yang dilakukan terhadap rakyat Palestina," katanya.

Menteri Informasi Venezuela Jesse Chacon juga mengutuk serangan di sinagoga itu. Ia menegaskan, insiden itu tidak terkait dengan pemerintah. Dia menjelaskan hubungan baik pemerintah dengan komunitas Yahudi Venezuela tidak terganggu dengan aksi Israel.

www.kompas.com


Penasaran?? Lanjut yuk baca “Sinagoga dan Kitab Suci Yahudi Dirusak”  »»

Cinta mati

Suara bening nan merdu meloncat lincah menembus kalbu

Menggetarkan hati dibalik layar kelabu

Suara bening nan syahdu menendang tajam menyentuh rindu

Menggetarkan diriku dibalik layar kelabu

 

Penasaran baca selanjutnya, ke blog ratu yang satunya yuk.. sini

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Cinta mati”  »»

i + n + g + u + s

Gw bangun terlambat pagi ini, gak ada ujan, matahari, ataupun awan bitu yang menyambut pagiku dengan segenap hawanya yang khas. Gw buru-buru ke wc, menghabiskan semua keluhanku pada jamban *hwahhh,jorok banget dah* Setelah beres,gw cepet-cepet kembali ke kamar, ngebangunin Ria (temen gw yang kadang-kadang rada narsis,tapi emang sih dia lumayan manis dan keren abis) yang semalam emang nginap di rumah gw.

Setelah Ria bangun, gw lekas beres-beres, pasalnya pagi ini gw ada tryout, abis tryout gw ada les di rumah kak andi (bahasa inggris,red). Pakaian plus makan pagi cukup menghabiskan waktu 20 menit, gw liat jam udah pukul 07.45, masih ada waktu 15 menit buat ngerjain peer dari kak andi sambil nunggu.

Tennn tonnn..Tennn tonnnn..
Bel gw berbunyi, yang jemput sepertinya udah ada di depan rumah,sejurus kemudian kami berangkat. Ria pulang. Motor melaju menelusuri jalan Ahmad Yani, singgah disebuah tempat yang tak asing lagi buat kami warga Makassar (karebosi,red).Kami mencari sosok beberapa orang, namun hasilnya nihil menggigil, kami keparkiran dengan rasa kecewa menyewa dengan muka dadar datar seperti orang yang tak berhasil menemukan orang ilang.

Satu kutil ditemukan.Gw gak tw mister ngomong apa ma kutil itu,berbicara tentang berlian baru atau pencuci muka terkenal mungkin.entahlah.yang gw tw mister nepuk-nepuk pundak tuh kutil (maap yah ?) sebagai tanda perpisahan mereka pada perjumpaan kali ini.

Motor kembali melaju dengan kecepatan 80km/jam yang mula-mula diam dari bidang datar yang kasar,jadi Vo=0, 0=diam, diam=hening, hening=bening, bening=kening, kening=kuning, dan kuning=gigimu.Opsss,sorri !!

Gak nunggu lama di GO, mbak-mbak FO disono nyuruh masuk seraya berkata : bagi pengunjung yang telah memiliki karcis dipersilahkan memasuki ruangan theater 3. Gw lari keluar, nyelip-nyelip disamping FO dengan wajah SOK innocent sambil garuk-garuk kepala. "Kenapa dek ?" kata mbaknya. "Mau minjem tempat sampah mbak,boleh ?" kata gw.
Pikir gw dalam otak pasti ni mbak-mbak ngira gw pegawai cleaning service yang baru magang.Tapi gw gak peduli,dari pada entar di ruangan tissue bekas ingus gw jatuh berucuran tertebar dimana-mana *over kubik*. Dengan sigap gw ngambil tempat sampah itu, gw bawa ia dengan sepenuh tanganku ke ruangan tes, kuletakkan rapi dan penuh kelebayan didepan gw, berharap ia selalu ada saat gw butuhkan.
Ternyata benar. Meski tiap 3 detik sekali temen2 diruangan gw pada melototin gara-gara suara ngeluarin ingus yang tak sedap lenyap merambas ketelinga mereka. Gulungan tissue gw semakin menipis, sekarang diamternya tak mencapai 5 cm lagi,sedang tempat sampah kian mengijo gara-gara tuh ingus.





LJK dibagi. Sebuah ucapan terima kasih terbesit dihatiku,untung nama gw pendek, jadi gak repot nulis namanya. Lembar soalpun dibagi. Gw buka.
10 menit pertama : stabil(O)
50 menit kemudian : jidat berketut dan alis lurus.
1 jam 20 menit berlalu : garuk-garuk pantat *emang cacingan* *tapi boong*
1 jam 30 menit kemudian : saling berpandangan satu sama lain, mencari sebuah jawaban dimatanya, ternyata gak dapet *lah emang gimana caranya dimata ada jawaban,kalau kotoran mah iya*
"okeee,silahkan dikumpul" kata pengawasnya terlihat sangat gembira.gw kelaba-labaan.

Ngecek2 jawaban.banyak yang benar.tapi lebih banyak lagi yang salah.
hiyahahahha *tereak drakula*

bis itu ke rumah kak andi bwad blajar bahasa inggris.ujung-ujungnya disuruh nginap.asyik banget.ada games2 anaeh ala kak andi.nonton bareng.tapi gw gak.lebih milih tidur ketimbang nonton,ehhh gak gak gak,gw gak nimbang..gw tidur.hiyahahha..

Pas gw bangun yang laen baru pada mw tidur,ihhh kacian bgt..



Bangun pagiii..Poto lagiii..

Penasaran?? Lanjut yuk baca “i + n + g + u + s”  »»

Pesan Sang Ayah || Si kembar yang berbeda NASIB

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik, kita sebut aja sih ratu dan si tifa. Sebelum ayah mereka meninggal *cuman cerita lho*, Sang ayah berpesan dua hal kepada mereka:

1. Jangan menagih utang kepada orang yang berutang kepadamu…dan

2. Jika pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukamu terkena singar matahari

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung *ratu* bertambah kaya sedang yang bungsu *tifahh* menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka

wahai anaku yang budiman dan suparman, apa yang terjadi pada kalian berdua sungguhlah berbeda adanya, apa rahasia kalian, tak maukah kalian membaginya kepada bundamu ini ?

Jawab anak yang bungsu *tifahh*,

ini karena saya mengikuti pesan Ayah, bundaa.. Ayah bilangkan saya ga boleh nagih kutang utang sama orang yang ngutang keakunya, jadideh modal modelku nyusut kek balon kempis didudukin gajah segede kontainer, Belum lagi pesan satunya, saya dibilangin buat ga kena matahari sewaktu pulang atau pergi dari rmah ke toko maupun sebaliknya, jadideh *lagi* saya harus naik becak atau andong, mana tukang beceknya bau ketek plus mukanya lecek lagi. Sebenarnya kalau saja saya jalan kaki bisa juga sampai, nah sekarang, pengeluaranku jadi ga bisa bertambah, malah menyusut bin *tragis nian nasib si tifahh*

Kepana anak yang sulung yang bertambah kaya, ibunya pun menanyakan hal yang sama. Jawab anak sulung *ratu* :

Ini semua karena saya menaati pesan ayah.

Karena ayah berpesan supaya tidak menagih kepada orang yang berutang kepada saya, saya tidak memberikan pinjaman (utangan) kepada orang lain sehingga modal tidak susut. Ayah juga berpesan agar jika saya berangkat ke toko atau pulan dari toko saya tidak boleh terkena sinar matahari. Dengan demikian, saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit terbirit-birit dan pulang sesudah matahari terbenam padam : Akibatnya tolo saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jau sesudah toko yang lain tutup. Dengan kebiasaan seperti itu, orang orang akhirnya tahu dan tokoku menjadi laris karena mempunyai jam kerja lebih lama.

Bagaimana dengan anda wahai blogger mania?

Kisah diatas walaupun dikarang menunjukkan bagaimana sebuah kalimat ditanggapi dengan persepsi yang berbeda jika kita melihat dengan positive attitude *baca=perilaku positif*, segala kesulitan sebenarnya adalah sebuah perjalanan menuju kesuksesan tetapi kadang terhanyut dalam kesulitan karena terjebak rutinitas…pilihan ada di tangan Anda, jadi seperti ratu atau tifahh.. atau ga kedua-duanya..

Berusalah melakukan hal biasa yang dikerjakan dengan cara yang luar biasa…” –Jens Lehmann, No. 1 Goalkeeper 2007 (FIFA 2007) and the best motivator in Arsenal (Arsene Wenger, Mei, 2007)

Happy blogging

Penasaran?? Lanjut yuk baca “Pesan Sang Ayah || Si kembar yang berbeda NASIB”  »»